Jakarta | Presisi24jam.com-Di tengah isu yang beredar mengenai gerakan ‘Indonesia Gelap Jilid 2’, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Indonesia terus mengalami kemajuan signifikan dalam berbagai sektor. Perekonomian nasional tetap stabil, bahkan menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang positif.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (yoy) pada Januari 2025 sebesar 0,76 persen, yang merupakan angka terendah dalam 25 tahun terakhir. Pada Februari 2025, inflasi yoy bahkan mengalami deflasi sebesar 0,09 persen, menunjukkan kestabilan harga yang menguntungkan daya beli masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8 persen. Dalam arahannya pada Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, beliau menekankan pentingnya transformasi ekonomi untuk mencapai target tersebut.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah meluncurkan Danantara Indonesia, sebuah dana kekayaan negara dengan aset kelolaan melebihi USD900 miliar. Dana ini akan diinvestasikan pada proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan dan produksi pangan.
Selain itu, pemerintah juga mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis untuk hampir 90 juta anak dan ibu hamil guna memerangi malnutrisi. Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat tetapi juga mendukung sektor pertanian lokal.
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi tahun 2025 akan terus terjaga rendah sebesar 2,5%±1%, mencerminkan kestabilan ekonomi yang solid. BI juga mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% untuk menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.
Meskipun ada kekhawatiran mengenai pasar saham, Presiden Prabowo menekankan bahwa fluktuasi harga saham adalah hal yang wajar dan yang terpenting adalah kestabilan harga pangan. Pernyataan ini mendapat dukungan dari ekonom yang menilai pemahaman Presiden terhadap peran strategis ketahanan pangan dalam stabilitas nasional.
Pemerintah juga berfokus pada efisiensi anggaran dengan menghemat lebih dari USD20 miliar atau sekitar 10 persen dari anggaran tahunan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah dan sedang diimplementasikan, Indonesia berada pada jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih cerah. Masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dan berhenti mendiskreditkan bangsa sendiri, serta bangga dengan pencapaian yang telah diraih. (Rel/*)
