Medan | Presisi24jam.com-Lokasi Tempat Hiburan Malam (THM) Pantai Bokek yang berada di Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan diduga menjadi salah satu tempat peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan pil extasi.
Dilokasi tersebut terlihat ada 3 lokasi tempat hiburan malam (THM) yang disinari lampu remang-remang.
Saat kru media ini menyambangi lokasi Kamis (22/5/2025), terlihat ada tiga lokasi yang diantaranya Cs Cafe yang dikelola pria berinisial ES, Cafe Irama yang dikelola pria berinisial PS, Cafe Latersia yang dikelola wanita akrap disapa Mak T.
Di tiga lokasi tempat hiburan malam tersebut, terlihat banyak wanita-wanita muda berpkaian seksi yang diduga masih dibawah umur.
Ketika kru media ini tiba dilokasi, para wanita muda yang masih dibawah umur tersebut mendekati sambil menawarkan masuk ke Cafe untuk minum-minuman keras sambil mendengarkan dentuman musik.
Bukan hanya menawarkan minuman keras, para wanita muda berpakaian seksi tersebut juga menawarkan kru media ini untuk membeli narkoba jenis exstasi.
“Bang, ngak beli obat, biar enak joget kalau sudah ngobat, disini harganya ngak mahal, cuma Rp 250 per butirnya,” ujar wanita berkulit putih sambil tersenyum.
Untuk mengorek banyak informasi, kru media ini pura-pura mau menemui temannya dulu ke Cafe sebelahnya lagi.
Setelah mendapat informasi dan mengambil dokumentasi, kru media ini pergi meninggalkan lokasi maksiat yang berada tidak jauh dari pemukiman warga tersebut.
Ditempat terpisah, salah seorang warga yang ditemui kru media ini Kamis (22/5/2025) pagi sekitar pukul 08.00 Wib menjekaskan, warga sekitar sudah lama resah dengan keberadaan cafe-cafe di pantai bokek kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan tersebut.
Namun kata ibu paruh baya yang tidak ingin namanya ditulis ini, para pengelola menyewa preman untuk menjaga lokasi agar tidak ada yang mengganggu.
“Keresahan warga pernah disampikan kepada aparat Desa dan penegak hukum, namun tidak pernah digubris, malah kami diancam oleh para preman yang disewa pengusaha untuk tidak melaporkannya kemana-mana,” ujar ibu berkulit hitam manis ini.
Lanjut dikatakannya, ia dan warga lainnya berharap agar wali kota dan Kapolrestabes Medan yang saat ini menjabat dapat mendengarkan keluhan mereka.
Sebab kata ibu yang diamini warga lainnya, akibat keberadaan tempat hiburan malam tersebut, kampung kami kerap tidak aman dan sering terjadi keributan,” ujar ibu yang mengaku memiliki 3 orang anak ini.(*)
