Tanah Karo Presisi24jam.com-Belum lagi hilang dari ingatan kita kasus penganiayaan, pembakaran rumah wartawan yang mengakibatkan beberapa orang mininggal dunia di Tanah Karo beberapa waktu yang lalu. Kali ini kasus yang serupa kembali terjadi.
Kasus penganiayaan kali ini terjadi terhadap Gordon Adiputra Herman (39) warga Desa Singa Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo pada Minggu dinihari (19/10/2025) sekitar pukul 03.00 Wib di Jalan Depan Rumah Juna Ginting Desa Sigarang-Garang Naman Teran Kabupaten Karo.
Kepada sejumlah wartawan Rabu (22/102025) siang, Gordon menjelaskan, kasus penganiayaan terhadap terjadi saat ia baru pulang dari liputan acara kerja tahun (Pesta Kampung-red) di Desa Kuta Rakyat Kabupaten Karo.
Usai melakukan liputan, ia bersama beberapa orang temannya hendak pulang ke Kaban Jahe.
Namun ditengah perjalanan, korban berhenti karena hendak buang air kecil persis disamping rumah Juna Ginting.
Setahu bagaimana, Juna Ginting dan beberapa orang lainya keluar dari dalam rumah serta menuduh Gordon Adiputra Herman Maling sambil mendekat dengan membawa cangkul dan mengayunkannya kearah kepala korban.
Akibat terkena cangkul, kepala Gordon Adiputra Herman langsung berlumuran darah dan terpaksa dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara medis.
Akibat penganiayaan tersebut, korban bersama beberapa orang temannya mendatangi mapolres Tanah Karo untuk membuat laporan secara resmi.
Laporan korban tertuang di STPL Nomor LP/B/484/X/2025//SPKT/Polres Tanah Karo/Polda Sumatera Utara yang ditanda tangani atas nama Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Aiptu Ferdinand Sembiring Pamapta III dengan NRP 72030017.
Sementara itu, Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto SH SIK yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp Rabu (22/10/2025) siang tidak membalas.
Hal yang sama juga terjadi terhadap Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Eriks Raydikson Nainggolan ST, ia juga tidak mau membalas pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan Rabu (22/10/2025).
Untuk itu, Gordon Adiputra Herman Meminta agar Poldasu mengambil alih kasus penganiayaan terhadap dirinya agar wartawan mendapat perlindungan,” ujar Gordon berharap.(*)
