Sibolangit | Presisi24jam.com-Bencana tanah longsor terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan satu orang selamat.
Longsor dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari. Material tanah dan bebatuan dari lereng perbukitan dilaporkan menutup badan jalan lintas Jalur Medan–Berastagi, tepatnya di sekitar sebelum jembatan Sembahe.
Camat Sibolangit, Muhammad Arif Budiman, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB saat intensitas hujan mencapai puncaknya.
“Longsor terjadi saat hujan lebat dan angin kencang. Material dari lereng menimbun kendaraan dan warga yang melintas di lokasi,” ujarnya.
Sebanyak enam warga dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut. Lima orang dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor, sementara satu korban berhasil selamat dan saat ini menjalani perawatan di RS Pancurbatu.
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas wilayah Medan, serta unsur TNI, Polri, dan relawan, langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Proses pencarian korban berlangsung sejak Selasa malam dengan metode manual, mengingat kondisi medan yang sulit dan cuaca yang masih tidak bersahabat. Pada Rabu (8/4/2026) pagi, tim akhirnya mendatangkan alat berat guna mempercepat evakuasi material longsor.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi pada pagi hari setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan sejak malam,” kata salah satu petugas di lokasi.
Adapun daftar korban meninggal dunia dalam peristiwa ini adalah:
1. Gobal Sembiring (39)
2. Riski Sembiring (14)
3. Boy Simorangkir (51)
4. Rosmawati boru Ginting (49)
5. Jamilah boru Ginting (48)
Sementara itu, satu korban selamat yakni Sehat boru Tarigan (65), saat ini masih menjalani perawatan medis.
Peristiwa ini juga menyebabkan arus lalu lintas di jalur Medan–Berastagi sempat lumpuh total akibat tertutup material longsor. Petugas gabungan terus melakukan pembersihan guna memulihkan akses transportasi yang merupakan jalur vital penghubung Kota Medan dengan kawasan dataran tinggi Karo.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan longsor, mengingat curah hujan di wilayah Sumatera Utara masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.(*)
