Pancur Batu | Presisi24jam.com-Proyek pengerjaan renovasi gedung SD Negeri 101822 Jalan Namorih Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang diduga proyek siluman. Pasalnya, mulai dari pengerjaan proyek sekitar awal bulan Juni hingga saat ini, pihak pelaksana proyek tak ada memasang plang proyek (bestek).

Dengan tidak adanya plang proyek, masyarakat menduga kalau kepala sekolah dan pemborong terindikasi akan melakukan korupsi berjamaah.
Seharusnya, setiap proyek yang bersumber dari APBN atau APBD, mencantumkan besar anggaran dan sumber anggaran agar masyarakat mengetahuinya.
Salah seorang tukang yang enggan menyebut namanya ketika ditemui di lapangan mengatakan, proyek rehab sekolah itu dikerjakan awal bulan Juni, dan direncanakan selesai pada bulan Agustus mendatang.

Tukang tadi juga menjelaskan, “Ada tiga item yang dikerjakan di sekolah ini, selain mengerjakan gedung ruangan untuk belajar-mengajar, ada juga proyek membangun gedung laboratorium.
Lanjut tukang tadi mengatakan, Bukan hanya satu saja pihak pemborong (Vendor) yang mengerjakan proyek di sekolah ini tapi ada 3,” ungkapnya.
Pantauan wartawan di lapangan, Selasa (25/6) siang, sejumlah pekerja terlihat sedang beraktifitas mengerjakan proyek rehab sekolah SD Negeri 101822 Desa Lama tersebut. Dari pengamatan wartawan, tiang untuk pemasangan atap masih menggunakan kayu lama.
Saat ditanyakan kepada para pekerja, dengan enteng mereka mengaku, kalau mereka hanya mengerjakan apa yang diperintahkan oleh pihak pemborong.
Dugaan adanya korupsi dan nepitisme berjamaah di rehap gedung SDN 101822 ini, masyarakat meminta agar Pihak kejaksaan turun kelapangan untuk melakukan audit dan mengecek langsung.(red)
