Tanah Karo | Presisi24jam.com-Semut diseberang lautan kelihatan, sementara gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.
Kata-kata pepatah inilah yang terucap dari beberapa warga Kabanjahe kepada wartawan Minggu (24/8/2026) siang.
Alasan warga mengeluarkan kata-kata pepatah tersebut dikarenakan Satnarkoba Polres Karo dan BNNK seolah-olah tidak berani melakukan penggerebekan di Diskotik Amaxxx dan Tasxxx yang berada di tengah Kota Kabanjahe yang disebut-sebut dikelola oleh pengurus organisasi kepemudaan di Karo.
Sedangkan Cafe Gondrong di Kecamatan Mardinding yang berada jauh dan harus menempuh waktu berjam-jam Digrebek Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga pria berinisial B (39), M (46), dan JS alias Gondrong (48). JS alias Gondrong merupakan pengusaha cafe.
Di Cafe tersebut, Petugas berhasil menemukan 8 butir diduga ekstasi dengan berat netto 3,72 gram, terdiri dari lima butir berlogo Tik Tok dan tiga butir bertuliskan Marvel.
Selain itu, Turut juga diamankan empat plastik klip, satu unit handphone Vivo dan uang tunai Rp 5.400.000,’
Sebenarnya warga sangat senang dengan tindakan yang dilakukan satnarkoba Polres Karo dan BNNK untuk memberantas segala bentuk peredaran narkoba diwilayah hukumnya.
Akan tetapi, warga berharap agar Satnarkoba Polres Karo yang saat ini dipimpin oleh AKP JH Pardede SH MH dan BNNK tidak tebang pilih dalam melakukan penggerebekan.
Warga berinisial GAH kepada wartawan Minggu (24/8/2026) siang menjelaskan, dua Diskotik yang berada di Tanah Karo yang diantaranya Tasxxx dan Amaxxx diduga kuat juga menjadi sarang peredaran narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu.
Namun kedua Diskotik, Tasxxx dan Amaxxx yang disebut-sebut dikelola oleh pengurus organisasi kepemudaan Karo tersebut seoalah-olah luput dari penggerebekan/razia oleh tim gabungan satnarkoba dan BNNK Karo.
Dengan tidak dilakukannya penggerebekan terhadap kedua Diskotik, Tasxxx dan Amaxxx tersebut membuat sejumlah masyarakat bertanya-tanya.
“Apakah tim Gabungan Satnarkoba dan BNNK Karo ada main mata dengan pengusaha atau sudah menerima sesuatu dari pengusaha,” ujar GAH dan warga lainnya bertanya-tanya.(*)
