Kabanjahe | Presisi24jam.com-Senjumlah warga Kabanjahe meminta kepada Unit Reskrim Polres Tanah Karo dibawah Kendali Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, SH, S.I.K dan Kasat Reskrimnya segera menangkap pelaku serta otak pelaku dalam peristiwa berdarah itu.
Peryataan tegas dikataka. Adil Sembiring warga Kabanjahe, kepada Presisi24jam,com di halaman kantor DPRD Karo, jalan Veteran Kabanjahe, Jumat (1/8/2025)

Dikatakan Adil, jangan buat Keributan Di Tanah Karo Simalem, apa lagi mobil dinas Laskar Merah Putih juga ikut jadi sasaran keberingasan para pelaku, bila hal ini tidak segera terungkap siapa para pelaku dan aktor dibalik itu semua, semoga jangan terjadi komplik horijontal di daerah ini, sebutnya.
Sekarang tiga orang telah ditetapkan oleh penyidik Polres Tanah Karo sebagai pelaku, saya yakin kalau mereka serius sudah barang tentu ditangkap semua serta aktornya.

Serangan brutal yang dilakukan sekelompok Orang tidak Di kenal( OTK) yang mengunakan senjata tajam, parang Panjang, Kelewang serta tombak yang digunakan mereka menyerang ke sebuah warung kopi jalan Letjen Jamin Ginting Desa Ketaren Kabanjahe, pada Minggu, 27 Juli 2025 lalu, saat ini masih tetap pergunjingan di tengah-tengah masyakrakat.
Serangan yang dinilai cukup terstruktur itu memunculkan dugaan bahwa ada dalang dan sebuah persoalan besar di balik peristiwa berdarah itu. Bukan sebatas mobil dilempar batu, pelaku ngamuk dan lantas menganiaya warga secara membabi buta. Apalagi OTK tersebut mencapai puluhan orang dan semuanya bersenjata tajam.

Saat ini Jumat (01/08/2025) 3 ( tiga) pelaku sudah di tangkap.
Polres Karo tetap melakukan pengembangan, publik sangat berharap agar indikasi dalang kejadian tersebut segera di ungkap ke publik, pinta Adil.
Hasil penelusuran dari beberapa warga yang mengaku berada di sekitar lokasi peristiwa menyebutkan, mereka sama sekali tak mengetahui adanya peristiwa pelemparan batu ke arah mobil yang dikendarai para pelaku saat melakukan aksi penyerangan.

Warga mengungkap, salah satu korban serangan atas nama Mikael Sembiring justru berada di dalam warung kopi tersebut saat serangan terjadi. Saat itu, Mikael terlihat tengah duduk bersama beberapa orang sembari berbincang-bincang.
“Korban saat kejadian sedang duduk bersama beberapa orang di satu meja. Kalau nggak salah mereka sedang membahas soal rencana pelaksanaan pertandingan bela diri. Mikael ini kan atlet MMA. Kayaknya dia mau buat turnamen gitu,” ujar warga lainya.
Namun setelah mikael keluar dari warung kejadian itu pun langsung terjadi..
Pengakuan warga lain warga Desa Ketaren namun enggan ditulis namanya menambahkan, usai menghajar Mikael dengan sajam, massa ormas langsung menyerang mobil branding Laskar Merah Putih ( LMP) , secara membabi buta. “setelah itu massa masuk ke warung sambil mengancam saya yang duduk minum sambil meletakkan sabit di leher, kau anak mana? mana Rukun?
Seolah-olah sudah punya target serangannya” sebut warga.
Massa ormas saya lihat terbagi dua, kelompok satu kelompok menghajar Mikael, dan satu kelompok lagi mencari Rukun Ketua LMP Sumut.
Mobil LMP di parkir di depan warung itu merupakan milik Thomas Sinuhaji yang juga pengurus LMP Sumut, Diduga Mikael merupakan korban salah sasaran, karena menganggap bagian dari pengurus LMP karena dari pelaku yang berjumlah berkisar 25 ( dua puluh lima) orang dominan orang luar karo sehingga tidak mengenal targetnya.
Pasca kejadian 2 ( Dua ) orang menjadi korban yakni:
1. Mikael Sembiring (27), Satpam BRI asal Desa Rumah Kabanjahe ( Rumka) Kecamatan Kabanjahe mengalami luka tusuk di perut dan luka sayat di tangan kanan.
2. Arista Tarigan(35), warga Mulia Rakyat, Kecamatan Merek mengalami luka di kaki sebelah kanan.
Dengan adanya penangkapan terhadap para pelaku, masyarakat berharap segera ditangkap dan di umumkan kepada masyarakat, pinta sejumlah warga.(Kor)
