Pancurbatu | Presisi24jam.com-Tim opsnal reskrim Polsek Pancur Batu, Polrestabes Medan, melakukan pengecekan langsung ke lokasi terkait pemberitaan viral di media online mengenai dugaan praktik perjudian jenis tembak ikan di Desa Desa Baru jalan Pantai Kabero Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.
Pengecekan tersebut dipimpin langsung Panit Reskrim Polsek Pancur Batu, Ipda Edison Ginting, S.H., atas perintah Kanit Reskrim Iptu Junaidi Karo Sekali, S.H. Kegiatan dilakukan pada Rabu (17/12/2025) siang sekitar pukul 13.30 Wib.

“Hasil pengecekan di lokasi tidak ditemukan adanya aktivitas perjud!an jenis tembak ikan maupun praktik perjud!an lainnya,” ujar Iptu Junaidi Karo Sekali.
Untuk memastikan kembali informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Pancur Batu melakukan pengecekan ulang ke lokasi yang sama pada Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 01.45 Wib dini hari. Namun, hasilnya tetap sama, tidak ditemukan adanya mesin jud! tembak ikan maupun aktivitas perjud!an lainnya.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Djanuarsa, S.H., membenarkan hasil pengecekan tersebut. Ia menegaskan bahwa di lokasi yang diberitakan tidak ditemukan adanya kegiatan perjud!an.
“Pengecekan telah kami lakukan dua kali, dan tidak ditemukan aktivitas perjud!an mesin tembak ikan maupun bentuk perjud!an lainnya,” tegas Kapolsek.
Kompol Djanuarsa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polsek Pancur Batu dalam memberantas praktik perjud!an di wilayah hukumnya.

“Kami menindaklanjuti setiap laporan maupun informasi dari masyarakat dan media. Oleh karena itu, kami bergerak cepat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan memastikan wilayah tetap bebas dari aktivitas perjud!an,” ungkapnya.
Kapolsek Pancur Batu juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana perjud!an.

“Partisipasi aktif masyarakat dan rekan-rekan media sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Setiap informasi yang masuk akan kami tindaklanjuti secara serius,” pungkasnya.(*)
