Medan | Presisi24jam.com-Pihak kepolisian harus gerak cepat untuk menindak peredaran gelap narkotika jenis pil ekstasi atau inex dan heppy five di tempat hiburan malam di Kota Medan. Pasalnya, transaksi penjualan inex di tempat hiburan malam seperti KN Eksekutif KTV Jalan Gajah Mada Medan disaat malam weekend penjualan cukup tinggi dan eksis sekaligus mendapatkan keuntungan bisa mencapai ratusan juta rupiah dan bebas tanpa ada gangguan. Inex jenis baru dan paling enak sekaligus kelas premium dipatok seharga Ratusan Ribu.
“Gak ada yang berani menindak KN, baik Polrestabes Medan, Polda Sumut maupun BNNP Sumut, lantaran dikawal oleh oknum Eksekutif Kota Medan. Kalau berani aparat penegak hukum (APH) sudah selesai itu KN, seperti hiburan malam lainnya di Medan telah ditutup, ” jelas JY kepada wartawan di Jalan HM Said Medan, Jumat (17/10/2025).
Dia menyebutkan 3 hiburan malam di Medan yang telah ditutup oleh Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, masing – masing D’Red Jalan Ringroad Medan Sunggal, Scorpio KTV dan Dragon KTV Jalan H Adam Malik Medan.
Sedangkan D’ Red yang ditindak dan ditutup sudah berganti nama yakni Imperium KTV & Club dan telah beraktivitas Selama 3 pekan ini.
Sehubungan dengan KN itu, pihak kepolisan seperti Polrestabes Medan yang mempunyai pasukan terlatih, langsung ambil alih dan patroli di kawasan Jalan Gajah Mada Medan. ” Sebab Kota Medan ini sudah darurat narkoba dan mendapatkan perhatian penuh dari Kapolrestabes Medan untuk menindak KN KTV, ” tuturnya.
Menurutnya, KN Eksekutif KTV, Jalan Gajah Mada Medan, kian lekat reputasi sebagai pusat peredaran narkotika jenis ekstasi (inex) dan happy five atau erimin.
Di kalangan pengunjung hiburan malam, tempat karaoke ini disebut sebagai pemasok utama pil berwarna-warni yang dijual Rp 300-350 ribu per butir. Inex Yang paling enak dan dibuat bahagia dihargai Rp 350 ribu. Inex enak itu Granat Hijau Rp 350 ribu. Sedangkan, Labubu, Granat Ungu, Heineken Kuning dan Ping, Transformer, Heppy, Rolex dan Kepala Singa dan lainnya Rp 300 ribu.
Meski namanya sudah lama mencuat, hingga kini tak sekali pun aparat Polda Sumut, BNNP Sumut, maupun Polrestabes Medan menyentuh KN Seolah kebal hukum, bisnis malam di sana terus bergulir tanpa gangguan.
“Kalau serius mau digerebek, hasilnya bisa sama seperti tiga hiburan malam di Medan yang ditutup Polda Sumut beberapa waktu lalu. Dari sana ditemukan ratusan butir inex,” tambahnya.
Kalau sudah dikoordinasikan, pengunjung dikondisikan, hasil urine pun pasti negatif, ujarnya.
Ia menuding kuatnya posisi KN tak lepas dari perlindungan anggota Eksekutif Medan itu.
“Semua orang tahu, ada anggota Eksekutif Medan yang duduk lagi di kursinya di balik usaha ini,” imbuhnya.
Nama anggota Eksekutif itu santer dibicarakan warga, namun tak pernah tersentuh proses hukum.
Dia meminta, kepada Polrestabes Medan, siapkan saja satu unit mobil patroli dan mutar – mutar di Jalan Gajah Mada Medan pasti sangat terasa sekali.
Padahal, Kapolrestabes Medan, Kombes Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak berulang kali menegaskan komitmennya menjaga kota tetap aman dari peredaran narkoba.(Nas)
