Karo | Presisi24jam.com-Presiden Prabowo Subianto telah mengganti Kapolri dari Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beberapa waktu yang lalu.
Pergantin yang dilakukan Presiden Republik Indonesia ini bertujuan agar Kapolri memerintahkan seluruh jajaran Kapolda, Kapolres dan Kapolsek untuk memberantas segala bentuk perjudian dan peredaran narkoba.
Untuk menjalankan perintah Presiden tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan pergantian Kapoldasu dari Irjen Polisi Whisnu Hermawan Februanto S.I.K M.H ke Irjen Polisi Sonny Irawan, S.I.K., M.H.
Setelah pergantian tersebut dilakukan, hampir seluruh jajaran Kepolisian di Sumatera Utara ini melakukan razia besar-besaran pemberantasan narkoba dan perjudian.
Namun lain halnya di Polres Karo, para penegak hukumnya terkesan melakukan pembiaran adanya lokasi perjudian tembak ikan dan berbagai perjudian lainnya disalah satu rumah tepatnya simpang Lodah tak jauh dari Pos 3 “Batalyon 125 Simb×××” Kabanjahe Kabupaten Karo
Selain permaianan judi tembak ikan, dilokasi tersebut juga terlihat berbagai bentuk permainan judi lainnya serta ada dugaan peredaran narkoba bersekala besar.
Lokasi perjudian tersebut dikabarkan sudah berlangsung lama dan tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum.
Salah seorang peman yang berhasil diwawancarai wartawan Rabu (21/10/2026) pagi menjelaskan, permaian judi tembak ikan tersebut dibuka selama 24 jam.
“Para pemain yang datang kebanyakan dari luar Kecamatan Kabanjahe.
Pintu masuk kelokasi tersebut dijaga ketat oleh beberapa peria tegap dan berambut cepak. Apabila orang yang tidak biasa, penjaga pintu masuk tidak mengijinkan orang tersebut kedalam.
Hal tersebut dilakukan agar para pemain merasa nyaman,” ujar bapak paruh baya yang tidak ingin namanya ditulis.
Sementara itu, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si, yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp Rabu (21/10/2026) sore sekitar pukul 17.50 Wib tidak menjawab.
“Pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan tidak dibalas meskipun contreng dua.
Dengan tidak menjawabnya Kapolres Karo ini menimbulkan pertanyaan besar dikalangan masyarakat, apakah kapolres sengaja memberikan “restu” kepada panitia judi ini,” ujar bapak yang memiliki dua orang anak ini.(*)
